0 item in the bag

No products in the cart.

Detoksifikasi, Langkah Praktis Menuju Tubuh Cantik dan Sehat

Detoksifikasi atau sering disebut dengan detoks, mungkin Anda sudah pernah mendengar kata ini sebelumnya, atau bahkan mungkin Anda juga sudah pernah melakukannya? Detoks merupakan salah satu cara alamiah agar kita tampil cantik dan sehat. Kulit kusam tidak bersinar, selulit, berat badan berlebih yang sulit dikendalikan, rambut rontok, menipis dan sulit ditata, serta beberapa masalah kecantikan dan kesehatan lain yang biasa menyerang kita dapat diatasi dengan metode detoks.

Detoksifikasi, Langkah Praktis Menuju Tubuh Cantik dan Sehat

Lalu, apa sebenarnya detoks itu? Apa saja manfaat detoks bagi tubuh? dan mengapa kita perlu yang namanya detoksifikasi?

Pertanyaan-pertanyaan di atas akan kita ulas satu persatu. Kita akan mengulas seputar detoks secara detail dan komprehensif, mulai dari pengertian, manfaat, mekanisme, hingga hal-hal yang membuat kita perlu melakukan detoks. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca uraian di bawah ini.

A. Mengenal Detoks sebelum Memulai Detoksifikasi

Sebelum Anda memulai melakukan detoksifikasi pada tubuh Anda, tentu hal pertama dan utama yang harus Anda ketahui adalah memahami arti kata detoks. Pepatah mengatakan, “tak kenal maka tak sayang”. Untuk itu, jika Anda ingin tampil cantik dan sehat dengan program detoks, maka Anda perlu mengenal tentang detoks secara mendasar, termasuk tentang arti dari detoks tersebut.

Mungkin Anda berpikir pembahasan tentang pengertian detoks di sini hanya buang-buang waktu. Eits.. tunggu dulu. Kami menyajikan informasi tentang pengertian detoks ini dengan tujuan agar Anda memahami program detoks dengan mudah.

Baiklah, biar tidak bertele-tele, berikut kami jelaskan pengertian detoks kepada Anda.

Menurut Dr. Robert DeMaria, detoks atau detoksifikasi adalah proses mengembalikan keseimbangan tubuh yang beracun dengan mengeluarkan racun-racun yang memenuhi organ-organ tubuh dan mengganggu keseimbangan tubuh. Dalam konteks ini, detoksifikasi memiliki arti sinonim dengan purifikasi (pemurnian). Pemurnian ini sangat penting bagi tubuh untuk mengembalikan keseimbangan tubuh yang telah terkontaminasi oleh berbagai zat kimia (toksin). Jadi detoks merupakan upaya atau proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.

Pertanyaannya kemudian, mengapa di dalam tubuh Anda terdapat racun? Darimakah asalnya racun tersebut?

Tentang hal ini, salah satu organ vital yang paling bertanggun jawab dan menjadi target dalam pembersihan racun adalah usus besar. Mengapa? Sebab hampir semua penyakit degeneratif yang diderita oleh seseorang dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Perlu Anda ketahui, setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkannya dari usus.

Setiap zat yang masuk ke tubuh kita akan terserap oleh darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada di usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita. Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut dan degenaratif. Selain itu, toksin juga mengakibatkan menurunnya tingkat energi dan menyebabkan penuaan dini.

Tubuh manusia merupakan susunan dari sebuah struktur yang canggih. Tubuh terdiri atas organ-organ dan berbagai sistem yang diformulasikan untuk mewujudkan keseimbangan dan harmoni. Tubuh menggunakan makanan dan cairan untuk keperluan pertumbuhan, perbaikandan pemeliharaan. Hal tersebut terjadi dalam suatu proses kimiawi yang disebut metabolisme tubuh. Organ-organ dan berbagai sistem ini bertugas memproses makanan, menyimpan sesuatu yang dibutuhkan dan membuang hal-hal yang tidak dibutuhkan (sisa/kotoran/ampas) oleh tubuh. Dari kegiatan tersebut, sejatinya, tubuh sudah mampu mengeluarkan racun dengan sendirinya, meskipun kita tidak melakukan program detoks.

Lantas, jika demikian, mengapa kita masih perlu detoks?

Alasannya adalah karena tidak selamanya tubuh kita mampu bekerja secara optimal sehingga pada saat-saat tertentu, terjadi gangguan keseimbangan. Jika hal ini sudah terjadi maka tubuhpun tidak lagi mampu mengeluarkan “miliaran” racun yang setiap menit masuk ke tubuh kita. Itu artinya, meskipun organ tersebut bekerja sebagaimana mestinya, namun racun masih tetap ada di dalam tubuh.

Akibatnya, terjadilah kekacauan pada kulit, hati, ginjal, dan sistem getah bening. Semua akibat tersebut terkait dengan kelancaran proses pembuangan racun. Dengan demikian, keempat organ vital ini termasuk objek detoksifikasi, selain usus besar tentunya.

Adapun cara kerja atau fungsi dari keempat organ tersebut, sebagaimana dijelaskan oleh Jane Scrivner dalam bukunya adalah sebagai berikut :

1. Hati

Dalam sistem kerja tubuh, organ hati memiliki beberapa fungsi yang sangat signifikan bagi kesehatan tubuh. Salah satunya yang paling utama dan penting adalah sebagai penyaring racun, sehingg racun tidak menyebar ke seluruh tubuh. Mekanismenya, hati bertugas mengambil bahan-bahan racun atau bersifat racun yang memasuki tubuh melalui makanan atau lingkungan, kemudian mengubahnya ke dalam bentuk yang bisa digunakan oleh tubuh, lalu menyimpannya dengan aman atau membuangnya.

2. Ginjal

Selain hati, ginjal juga memiliki fungsi penting dalm proses kinerja tubuh. Salah satunya, ginjal bertugas menyaring sisa racun dari darah dan membuangnya dari tubuh dalam bentuk urine. Selain itu, ginjal juga bertanggung jawab menjaga cairan di dalam tubuh agar berada dalam jumlah yang tepat, seta mengatur keseimbangan kalium dan natrium (agar cairan di dalam sistem tubuh mengalir dengan benar). Oleh karena itu, ketika ginjal Anda tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka berbagai penyakitpun akan mendatangi Anda, Jadi, fungsi ginjal sama pentingnya dengan funsgi hati.

3. Sistem Getah Bening

Mungkin Anda sudah mengetahui bahwa di dalam tubuh kita, ada yang namnaya kelenjar getah bening. Di dalam pelajaran-pelajaran biologi untuk SMP atau SMA, kita telah mempelajari tentang kelenjar getah bening dan cara kerjanya. Nah, sistem ini bertindak sebagai sarana pembuangan sampah bagi tubuh. Cairan getah bening yang dihasilkan oleh kelenjar getah bening di berbagai bagian tubuh menyerap sel-sel mati, kelebihan cairan dan produksi sisa lain dan manajan, kemudian membawanya ke nodus-nodus getah bening. Di sini, bahan sisa tersebut disaring, dimasukkan ke darah, lalu dialirkan ke salah satu sistem pembuangan, seperti kulit, hati atau ginjal. Kemudian, sisa ini dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk seperti keringat, tinja atau urine.

4. Kulit

Organ vital lainnya yang juga memiliki peranan signifikan dalam proses kerja tubuh adalah kulit. Kulit merupakan organ tubuh yang paling luas dan melayani banyak fungsi penting tubuh. Ada beberapa fungsi kulit yang sangat penting bagi tubuh, diantaranya sebagai berikut :

a. Kulit sebagai cermin kesehatan. Dalam hal ini, kulit dapat menjadi petunjuk terhadap sesuatu yang terjadi di dalam tubuh kita. Misalnya, kulit terlihat sedikit pucat, sehat, bercahaya atau segar. Semua itu adalah ungkapan umum yang menggambarkan kesehatan melalui penglihatan pada kulit. Jika tubuh kita sehat, maka kulit akan terlihat sehat pula, seperti kulit bercahayaa, segar dan lain-lain. Bukti lain bahwa kulit merupakan cerminan kesehatan tubuh adalah ketika Anda stress, maka kulit Anda tampak letih dan pucat. Ketika Anda sakit, kulit kehilangan warnanya. Ketika Anda sakit parah, warna kulit menjadi kuning, sedangkan bisul atau borok yang berair hanya beberapa contoh ekstrem dari sesuatu yang bisa terjadi. Pada bagian dagu, kulit mencerminkan sesuatu yang terjadi di lambung dan usus. Misalnya, Anda pernah terkena jerawat atau bintik di dagu. Nah, biasanya jerawat tersebut berkaitan dengan suatu periode makan atau minum yang tidak sehat. Inilah fungsi fantastis kulit yang pertama.

b. Kulit sebagai sekresi atau pembuangan. Fungsi kedua adalah sebagai tempat pembuangan dalam bentuk keringat. Sebagai organ pembuangan, tentu saja fungsi kulit tak sepenting hati dan ginjal. Namun, kulit mengeluarkan produk sisa dalam jumlah yang besar, seperti air, garam, asam urat, ammonia dan urea. Kulit seperti saringan besar, bagian yang baik akan tinggal di dalam tubuh, sedangkan bagian yang buruk (sampah) akan dikeluarkan dari tubuh.

c. Kulit sebagai proteksi atau perlindungan. Dalam hal ini, kulit melindungi tubuh dalam banyak cara. Pertama, kulit membentuk halangan fisik terhadap benda asing. Kedua, kulit menghasilkan sekresi asam yang membunuh mikroorganisme berbahaya. Karena sifatnya semi permeable, maka kulit mengatur sesuatu yang boleh masuk dan keluar tubuh. Ketiga, kulit juga mencegah penguapan air tubuh yang berlebihan agar tidak terjadi dehidrasi.

d. Kulit sebagai pengatur suhu tubuh. Dalam hal ini, jika Anda terkena panas sinar matahari karena berolah raga atau berada di lingkungan yang panas, maka tubuh akan memproduksi keringat yang membuat kulit dan tubuh menjadi dingin ketika keringat tersebut menguap dari permukaan kulit. Sebaliknya, jika Anda kedinginan maka pembuluh darah Anda akan mengembang sehingga mengurangi aliran darah pada permukaan kulit. Dengan begitu, panas tubuh tidak akan terpengaruh oleh lingkungan yang dingin.

e. Kulit sebagai pemberi tanda peringatan. Ketika kita menyentuh sesuatu yang terlalu panas atau dingin maka kulit mengirim pesan kepada otak untuk menarik anggota tubuh dari sesuatu tersebut. Contoh, ketika kulit Anda menyentuh besi yang panas maka Anda akan menjauhinya secara otomatis dan refleks.

Pembersihan secara besar-besaran alias detoksifikasi yang dilakukan dengan berkala sangat perlu bagi tubuh kita. Selain untuk mengurangi ampas-ampas beracun dari dalam tubuh, pembersihan juga menjadikan organisme pembawa penyakit atau virus tidak tahan berada di dalam tubuh yang bersih.

Sementara itu, detoks paling tua dan sudah dilakukan oleh manusia selama ratusan tahun adalah puasa. Dengan pola makan yang lebih sederhana dan alami saja, manusia dahulu sudah mengerti bahwa sekali waktu tubuh perlu detoks. Detoks seharunya menjadi lebih penting bagi manusia modern daripada pola makan yang cenderung menimbulkan ampas lebih banyak dan penyumbatan-penyumbatan pada sistem tubuh.

Dalam catatan Wikipedia, disebutkan bahwa detoksifikasi terbagi menjadi 3 menurut golongan substratnya, yaitu alkohol, obat-obatan dan zat metabolik. Detoksifikasi merupakan cara alami bagi tubuh untuk menghilangkan racun yang sudah dari waktu ke waktu berada di dalam sistem tubuh kita. Racun tersebut merupakan hasil dari kerbiasaan yang tidak sehat, seperti maka junk food, terlalu banyak soda, mengonsumsi alkohol, merokok dan lain sebagainya.

Pengenalan minuman detoks yang diperdagangkan di pasar adalah hal yang baik, namun masih lebih baik melakukan detoksifikasi dengan cara alami. Hal ini dilakukan dengan mengkombinasikan jus buah-buahan seperti jeruk, anggur dan makanan sehat lainnya. Beberapa buah-buahan dan sayuran memiliki komponen kimia yang mampu menarik racun dalam aliran darah dan membantu sekresi. Jika Anda adalah tipe orang yang tidak menyukai minuman jus, maka Anda dapat menggantikannya dengan minum kopi hitam atau teh diseduh sebelum memulai aktivitas.

Perlu Anda ketahui, kafein dalam kopi merupakan agen detoksifikasi yang sangat efektif. Daya detoksifikasinya mungkin tidak sama efeknya, namun sudah mencukupi syarat utama dari detoksifikasi, terutama jika Anda mengalami hari sibuk di tempat kerja atau di rumah. Detoksifikasi tidak hanya dikenal sebagai minuman, tetapi juga sebagai pola gaya hidup sehat. Para pakar kesehatan sekarang juga menggunakan minuman detoks untuk memiliki kulit yang cantik dan penurun berat badan, dengan fokus kepada manfaat estetika detoksifikasi.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa detoksifikasi itu penting dilakukan. Semua orang harus melaksanakan detoksifikasi setidaknya setahun sekali. Jika mampu sehari sekali, tentu akan jauh lebih baik karena detoksifikasi memang sangat bermanfaat bagi kecantikan dan kesehatan tubuh kita.

Mau tahu cara detoksifikasi yang mudah dan rasanya enak? Klik di sini